Liburan ke Malaysia, Perjalanan dari Batam ke Kuala Lumpur

Perjalanan dari Batam Ke Kuala Lumpur Liburan ke Malaysia
0

Beberapa waktu yang lalu, saya menulis tentang budgeting trip ke Malaysia. Dan tulisan ini adalah realisasi dari budgeting tersebut yang akan dibagi menjadi beberapa tulisan. Pukul 4 pagi saya terbangun dari tidur dan segera bersiap-siap untuk berangkat. Ini adalah hari dimana kami akan liburan ke Malaysia 3 hari 3 malam plus mampir ke Singapura di hari terakhir. Dan ini adalah traveling jauh pertama kami dengan formasi lengkap, saya istri dan anak-anak.

Pukul 5 tepat, saya order Gocar. Ternyata sudah ada yang standby di dekat perumahan. Karena masih pagi sekali, perjalanan ke Harbour Bay International Ferry Terminal hanya memakan waktu sekitar 10 menit.

Jadwal keberangkatan kapal ferry kami adalah pukul 06.30 WIB. Pagi itu suasana pelabuhan sudah cukup ramai. Ternyata mereka adalah rombongan tour Malaysia yang berangkat dari Batam. Nampak beberapa teman guide yang saya kenal sedang mengatur tamu.

Jadwal Ferry ke Stulang Laut
Jadwal Ferry ke Stulang Laut

Pintu imigrasi dibuka pukul 6 pagi. Kami yang sudah standby di gate, langsung masuk ke dalam. Biar tidak keduluan rombongan maksudnya, hehe. Pagi itu segala urusan cukup lancar dan kapalpun berangkat tepat waktu sesuai jadwal. Kami menggunakan ferry Ocean Dragon tujuan Setulang Laut. Sampai detik ini, semua masih sesuai rencana liburan ke Malaysia 3 hari 3 malam yang sudah kami susun.

Drama mepet keberangkatan bus

Keringat dingin mulai mengucur ketika jam 10 siang, ferry baru merapat di Berjaya Waterfront. Mana rombongan tour yang tadi itu bawaannya segambreng jadi macet di pintu keluar. Soalnya mereka yang juga liburan ke Malaysia ini nunggu koper mereka yang masih didalam, tapi pada nggak mau geser. Khas banget kan?

Berjaya Waterfront, Stulang Laut
Sampai di Berjaya Waterfront, Stulang Laut disambut dengan hujan gerimis.

Kami ambil bus dengan jadwal pukul 11.30 waktu Malaysia dan sudah booking online lewat Easybook. Dan itu no refund. Jadi makin berkeringat karena antrian paspor padat merayap.

Untungnya, petugas paspor sigap sekali kerjanya dan ada 4 counter yang buka. Jadi kami di antrian imigrasi hanya sekitar 15 menit. Untunglah.

Karena mifi yang saya order di Javamifi tidak diantarkan oleh mereka dan baru diupdate malam hari sebelum berangkat, akhirnya saya harus mampir beli SIM Card di counter paling depan setelah arrival seharga RM 32 dengan kuota 2GB selama 1 minggu dan 1GB basic internet.

Paket Data Kartu Malaysia Bonus Internet
Paket Data Kartu Malaysia Bonus Internet

Tapi lumayan juga ada beberapa bonus kuota seperti 5GB selama 24 jam dan 10GB Facebook dan Instagram. Selain itu juga ada pulsa sebesar RM 6. Setelah dipikir-pikir, not bad juga lah. Sedikit berkurang rasa kesal karena mifi tak diantar Javamifi sesuai order.

Waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 waktu Malaysia. Kami pun order Grab untuk menuju ke Larkin. Drama masih berlanjut karena kebetulan susah banget cari driver, karena isu aturan e-hailing terbaru di Malaysia. Akhirnya setelah 15 menit, satu driver nyantol di akun Grab istri saya.

5 menit kemudian datanglah Grab pesanan kami. Dan ternyata drivernya cewek. Duh, mudah-mudahan dia bisa ngebut, pikir saya. Selepe kali ya kan. Saya pun bilang bahwa bus kami pukul 11.30 dan boleh kalau mbaknya agak ngebut sikit.

“15 minit e, pak”, katanya sambil memasukkan persnelling ke D. Mobil Agyanya pun meluncur. Tentu saja merknya bukan Agya. Hanya mirip saja wkwk.

Sampai di Larkin Sentral pukul 11.05. Kamipun langsung bergegas ke lantai bawah sesuai arahan mbak driver. Oh iya, ongkos Grab tadi adalah RM 19. Masih sesuai budget liburan ke Malaysia yang sudah kami susun lah.

Dibawah, banyak sekali counter tiket bus, baik yang manual atau yang auto menggunakan mesin berupa e-ticket. Berhubung baru pertama kali ke Larkin Sentral, kamipun bingung mau ke loket yang mana satu karena tidak ada papan nama bus express yang kami pesan. Hanya nomor loket 1 sampai 14.

Mesin penjual tiket bus
Mesin penjual tiket bus

Waktu makin mepet, akhirnya kami bertanya ke informasi dan diarahkan ke loket manual. Seseorang yang baik hati mengarahkan kami ke loket 14 setelah dia menanyakan apakah tiket kami dibooking secara online.

Read More Post
1 of 10

Dan benar saja, loket 14 ini memang khusus booking online dan antriannya lebih sedikit.

Antrian loket bus di Larkin Sentral
Antrian loket bus di Larkin Sentral

Syukurlah kami bisa masuk ke terminal keberangkatan tepat waktu, bahkan sempat beli beberapa jajan untuk isi perut. Belum sempat sarapan wak sejak tadi subuh.

5 Jam Perjalanan

Asli boring. Bus berangkat tepat pukul 11.30 waktu HP saya wkwk. Oh iya, bus ini tak ada toilet ya! Pastikan selesaikan hajat kalau kebelet. Ya maklum, bukan bus AKAP seperti di Jawa. Lagian cuma 5 jam.

Aysha yang tidak pernah bepergian jauh, rewel ditengah jalan karena mau pipis. Akhirnya dipakein diaper setelah dibujuk-bujuk. Sedangkan abangnya sudah tidur nyenyak. Saya sih santai aja karena sudah terbiasa sejak kecil bepergian jauh naik bus, seperti contohnya ke Jakarta atau Bogor dari Kudus.

Setelah kurang lebih 2 jam, bus berhenti di rest area. Penumpang pun berhamburan keluar, tentunya kami juga dong. Setelah keluar dari toilet, kamipun berkeliling nyari cemilan. Biar tak garing di bus.

Rest area
Rest area

Rayyan yang baru pertama kali lihat vending machine sibuk pengen beli milo hangat. Hehehe. Baiklah, your wish is granted.

Bus merapat di Terminal Bersepadu Selatan atau dikenal dengan TBS pukul 16.30, tepat seperti yang telah kami rencanakan sebelumnya. Kamipun segera menuju keatas ke main entrance dan memesan Grab dari sana untuk menuju ke hotel tempat kami menginap, yaitu the Plaza Grand Hotel Kuala Lumpur (Formerly known The Plaza Hotel Kuala Lumpur).

Grab Mode: ON!

Sesuai rencana liburan ke Malaysia kami, kebanyakan mode transportasi yang akan kami gunakan adalah Grab. Pertimbangan utama ya karena kami jalan sama anak-anak, jadi kami memilih transportasi ternyaman dan tercepat, dan Grab menjadi pilihan pertama. Tentunya juga karena cost-nya lebih rendah dari taksi ya… jelas!

Pemilihan hotel the Plaza Grand Hotel pun berdasarkan rekomendasi dari teman. Awalnya direkomendasikan ke Avenue J dekat Central Market. Namun ternyata kamar yang tersedia hanya yang tanpa jendela, jadi kami urungkan dan memilih Plaza Grand Hotel walau agak sedikit lebih tinggi harganya.

Perjalanan dari TBS ke the Plaza Grand Hotel cukup lancar sekitar 20 menit. Agak sedikit macet di beberapa titik karena memang jam orang pulang kerja.

Plaza Grand Hotel Kuala Lumpur (Formerly known The Plaza Hotel Kuala Lumpur)
Plaza Grand Hotel Kuala Lumpur (Formerly known The Plaza Hotel Kuala Lumpur)

Sampai di hotel dan check in, kami langsung rebahan sebentar di kasur untuk memanjakan punggung yang lumayan pegal-pegal dari perjalanan hari ini yang sudah kami lalui selama 12 jam dari rumah. But, that was great experience.

Anak-anak juga bersemangat. Dan itu adalah momen yang indah buat kami, orang tua.

Kami leyeh-leyeh sebentar saja karena mau lanjut ke destinasi super mainstream di Kuala Lumpur, yaitu Petronas Twin Tower! Of course, lah!

- Matched Content -

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More