Jelajah Jemaja Anambas: Padang Melang, Pulau Yudan dan Dewata

Explore Jemaja Hari Pertama

Jelajah Jemaja Anambas
0

Beberapa bulan lalu tepatnya di minggu akhir Ramadan tahun 2019, kami mendapat job dokumentasi dari sebuah perusahaan di Jakarta. Tujuannya adalah ke beberapa pulau di Jemaja Anambas dan membuat video dokumentasi menggunakan drone. Kebetulan, saya sendiri yang berangkat untuk job tersebut dengan drone baru kami, DJI Mavic Pro 2. Phantom 4 Pro kami kebetulan jatuh tanpa sebab, dan auto reject, tidak bisa digunakan lagi. Terpaksa beli baru deh, hehe.

Kami berkumpul di bandara Hang Nadim Batam. Keberangkatan pesawat pukul 12.30 WIB dengan menggunakan maskapai Wings Air. Kalau lihat di Traveloka sekarang ini, harga tiket masih berkisar 700 ribuan sekali jalan, yang termasuk murah dibanding tahun sebelumnya.

Pesawat Wings Air ini, walaupun kecil ternyata sangat nyaman. Jarak antar baris kursi sangat lega dibandingkan pesawat komersial yang lebih besar. Seingat saya waktu ke Belitung dulu dengan ukuran pesawat yang sama, jarak antar kursi tidak selebar ini. Nyaman lah, apalagi waktu itu cukup sepi penumpang. Sebelah saya pun kosong jadi bebas deh.

Jarak antar kursi yang super nyaman.
Jarak antar kursi yang super nyaman.

Perjalanan sekitar 1 jam dari Batam. Saya kebetulan susah tidur kalau di pesawat. Tapi untungnya pemandangannya selalu OK selama perjalanan, melintasi pulau Bintan dan beberapa pulau kecil yang indah, hingga ke Jemaja Anambas.

Pantai Padang Melang, Jemaja Anambas

Sesampai di bandara Letung, kami sudah disambut oleh driver. Bandara Letung, Jemaja Anambas ini merupakan bandar udara domestik yang mulai dibangun pada tahun 2014 dan mulai beroperasi tahun 2016. Pembangunan bandara ini selesai dan diresmikan pada Oktober 2019.

Sampai di bandara Letung, Jemaja Anambas
Sampai di bandara Letung, Jemaja Anambas

Berhubung mobil yang kami tumpangi tidak muat, saya akhirnya ngalah naik motor alias ngojek ke pantai Padang Melang. Padahal sebenernya lebih senang naik motor, daripada ribet di mobil hahaha. Dan momen itulah yang mempertemukan saya dengan bang Gusdi Munandar, pemuda setempat yang aktif dalam memajukan pariwisata di Kepulauan Anambas.

Kecintaannya pada Kepulauan Anambas dituangkan dalam dedikasinya sebagai guide, aktif dalam kegiatan wisata dan mempromosikan kepulauan Anambas melalui sosial media yang dia miliki. Walaupun jaringan internet di Jemaja Anambas sendiri masih sangat terbatas. Bahkan nantinya sayapun ikut nebeng wifi rame-rame di SDN 005 Letung, Jemaja Anambas bersama warga.

Waktu itu, bulan Mei 2019 yaaa… Begitu keluar dari bandara Letung, jalan langsung berubah dari jalan aspal ke jalan tanah. Rupanya akses jalan ke bandara Letung ini masih dalam progress, kata band Gusdi. Mudah-mudahan sekarang sudah rampung ya, biar makin mantap.

Dari bandara Letung ke pantai Padang Melang sekitar 20 menit naik motor. Ini sudah lewat jalan pintas yang nyaman dinaiki motor lho.

“Kalau rombongan yang naik mobil tadi itu malah mutar mas, walau kita keluar belakangan tadi, pasti nanti kita tetap duluan sampai ke pantai Padang Melang!”, kata bang Gusdi samar-samar karena suaranya dihempas angin.

Sesampai di pantai Padang Melang, rasa pegal di punggung lumayan sirna karena pantainya super indah! Masih berdasarkan penuturan bang Gusdi, pantai Padang Melang ini garis pantainya membentang sepanjang 7 kilometer dan berpasir putih bersih dan air lautnya yang ehm, tidak perlu dibilang cakep lagi, bening pol!

Pantai Padang Melang, Jemaja Anambas
Pantai Padang Melang, Jemaja Anambas
Pelantar menuju ke speedboat
Pelantar menuju ke speedboat

Kalau begini sih, tak ada sinyal pun betah. Leyeh-leyeh manja aja di pantai. Lalu kangen anak istri. Ups…

Saya tak berlama-lama di pantai Padang Melang karena keburu sore. ada tugas yang harus diselesaikan. Kami segera menuju ke pelantar untuk melanjutkan perjalanan menggunakan speedboat. Benar saja, kami sampai terlebih dahulu di pantai Padang Melang daripada rombongan yang naik mobil.

Pulau Yudan

Sepanjang pelantar, tak henti-hentinya saya mengagumi pantai ini. Ini masih di pantai di Jemaja Anambas, gimana dengan pantai-pantai di pulau-pulau sekitarnya yang tidak berpenghuni? Pasti lebih alami dan lebih wow lagi.

Pulau Yudan, Jemaja Anambas
Pulau Yudan, Jemaja Anambas

Kamipun bergegas masuk ke speedboat dan melanjutkan perjalanan ke pulau pertama, pulau Yudan. Letaknya tak jauh dari pantai Padang Melang, hanya 5 menit saja gaspol dengan speedboat.

Dan Masyaa Allah… pulau kecil ini sungguh indah. Tak hanya pantainya, namun juga coralnya begitu alami dan berwarna-warni. Tak perlu nyebur sudah kelihatan indahnya dari atas speedboat.

Rasanya pengen nyebur tapi baju ganti cuma selembar hahaha. Lagian saya on duty, jadi harus profesional dong ya kan…

Ada 3 pantai di pulau Yudan ini, satu pantai terluas di bagian depan tempat kami merapat dan 2 pantai lainnya di bagian belakang yang menghadap ke barat dan timur, dipisahkan oleh barisan pepohonan. Menurut saya pulau Yudan di Jemaja Anambas ini pas banget kalau mau dijadikan private island atau resort macam Ranoh Island atau Kepri Coral di Batam.

Tapi ya jangan brutal-brutal kali lah ya… Kalau mau nge-develop yang alami-alami aja seperti di pulau Bawah. Mudah-mudahan next time kesampaian kesana ya Allah… Aamiin (terima kasih doanya, teman-teman).

Pulau Duata/ Dewata

Selesai dengan pengambilan dokumentasi di pulau Yudan, kamipun melanjutkan perjalanan ke pulau kedua hari itu. Tujuan kami adalah pulau Duata atau Dewata. Orang speedboat menyebut pulau ini dengan Durate. Terus terang saya masih bingung yang mana satu yang betul. Namun ketika googling, yang saya temukan adalah beberapa artikel yang menyebutkan bahwa nama pulau tersebut adalah pulau Dewata.

Perjalanan dari pulau Yudan ke pulau Dewata ini sekitar setengah jam. Secara ukuran, pulau ini lebih besar dari pulau Yudan, dan garis pantainya jauh lebih panjang dengan satu ujung pantai yang menjorok ke laut. Pasirnya sama-sama putih lembut dan halus, dengan banyak pohon kelapa menjulang tinggi di sisi utara pulau.

Salah satu pantai yang tersembunyi di balik bebatuan di Pulau Yudan, Jemaja Anambas
Salah satu pantai yang tersembunyi di balik bebatuan di Pulau Yudan, Jemaja Anambas

Sedangkan disisi satunya, ada satu pantai yang cukup tersembunyi diantara bebatuan yang eksotis. Selebihnya merupakan sisi berkarang tanpa pantai yang berada di bagian timur.

Sayangnya, lumayan banyak juga sampah yang tertinggal di sini. Saya juga melihat bekas api unggun, mungkin bekas bermalam atau nelayan yang singgah dari memancing.

Kami di sini sampai sore hari waktu berbuka puasa. Ya, kami ke Jemaja Anambas waktu bulan Ramadan, jadi cukup melelahkan juga. Namun semua itu terbayar ketika kami bersantai di pantai sambil menikmati senja yang sangat-sangat indah. That was one of the best sunset in my life.

Senja di Pulau Yudan, Jemaja Anambas
Senja di Pulau Yudan, Jemaja Anambas

- Matched Content -

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More