[Part 1] Rame-rame Nyebur Bareng dan Snorkeling Seru ke Pulau Abang

Nyebur dan snorkeling seru ke Pulau Abang
5

Pagi yang mendung hari minggu itu membuatku sedikit menggelinjang gelisah! Soalnya, jadwal hari itu adalah piknik rame-rame rombongan satu kompi dari Blogger Kepri dalam rangka snorkeling seru ke Pulau Abang. Agendanya jelas, nyebur berjamaah, basah-basahan, snorkeling dan free diving bagi yang mampu, di pulau yang terkenal dengan dunia bawah lautnya yang menawan itu.

Rombongan berkumpul di Mall Top 100 Batuaji dan berangkat tepat pukul 8 pagi. Alhamdulillah ngga ngaret karena sanksi tegas dengan ditinggal dari rombongan menanti bagi siapa saja yang terlambat. Ultimatum ibu ketua Blogger Kepri memang ampuh!

Mendung semakin gelap. Tapi semangat positif teman-teman blogger tetap membara. Soalnya piknik satu kampung gini memang jarang-jarang sih! Kurang lebih 30 blogger berpartisipasi hari itu. Belum lagi mini blogger yang ikut ngeramaiin. Kalian keren, dek!

Hujan sempat mengguyur deras selama perjalanan menuju Pelabuhan PT Pari di Galang Baru, yang merupakan gugusan pulau terakhir dari Kepulauan Batam, yang disambungkan oleh 6 rangkaian jembatan yang dikenal dengan Jembatan Barelang. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam dari Mall Top 100 Batuaji menggunakan bus.

Rumah singgah di Pulau Nguan

Mendung masih saja menghantui perjalanan kami ketika kami mulai menapakkan kaki keluar dari bus. Sedikit gerimis masih tersisa seakan tidak puas menghujani kami sepanjang perjalanan. Pelabuhan PT Pari ini adalah checkpoint kedua sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah singgah di Pulau Nguan, sekitar 10 menit perjalanan air dari pelabuhan menggunakan pompong atau perahu kayu bermesin.

Trip organizer untuk perjalanan kami hari itu adalah Galang Bahari, yang dikelola oleh mantan bajak laut terkenal, Jack Sparrow! Dengan nama asli Zakaria. Hemmm… (jangan komen). Bang Jack adalah sapaan akrabnya.

Rumah singgah sekaligus homestay di Pulau Nguan ini adalah checkpoint terakhir sebelum petualangan bawah laut alias snorkeling seru ke Pulau Abang dimulai. Di sini, peserta trip akan bersiap-siap, berganti kostum, sarapan bagi yang laper dan meninggalkan barang-barang yang tidak perlu. Selain itu, peserta trip akan mendapatkan briefing singkat tentang biota laut, safety tips, do’s and don’ts selama snorkeling.

Penjelasan singkat ini merupakan agenda wajib Galang Bahari bagi setiap peserta trip yang ikutan. Poin pentingnya adalah menjaga kelestarian alam! Jangan sampe kita terlalu over-excited dan justru lupa untuk menjaga lingkungan.

Senyum mulai mengembang ketika secercah cahaya mulai muncul dari balik awan hitam yang sedari tadi santai menggantung di langit. Selesai briefing dan mengenakan life jacket, kami pun bergerak menuju pompong yang sudah menunggu kami di tepian rumah singgah. Rombongan dibagi menjadi dua dengan masing-masing 5 orang tour guide yang mendampingi.

Bang Jack memang sengaja memberikan tour guide yang jumlahnya tidak sedikit untuk setiap trip snorkeling. Tujuannya adalah supaya semua peserta trip mendapat perhatian yang cukup, tapi buat yang jomblo jangan berharap lebih ya! #eehhh

Selain itu, tour guide juga bertugas untuk menjaga kelestarian biota bawah laut. Dengan banyaknya tour guide, kegiatan snorkeling tidak akan terpusat di satu spot dengan banyak orang, yang berpotensi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti menginjak atau merusak terumbu karang secara tidak sengaja.

Pelabuhan PT PARI
Pelabuhan PT PARI
Persiapan memakai life jacket
Persiapan memakai life jacket
Siap berangkat snorkeling seru ke Pulau Abang
Siap berangkat snorkeling seru ke Pulau Abang
Pompong sudah menunggu, dek!
Pompong sudah menunggu, dek!

Pemberhentian pertama: Pulau Ranoh

Normalnya, Pulau Ranoh merupakan tujuan terakhir setelah snorkeling, sebagai spot untuk bersantai dan melepas lelah. Namun, berdasarkan tour guide, air laut diprediksi masih kurang jernih setelah hujan dari pagi, makanya kami mampir dulu ke Pulau Ranoh. Pulau berpasir putih dengan air lautnya yang jernih ini memang memikat. Pohon kelapa yang tumbuh rimbun dan teduh membuat saya ingin tiduran manja dan santai seharian.

Terdengar suara peluit tanda tour guide meminya kami untuk berkumpul. Saatnya short briefing tentang penggunaan alat-alat snorkel dan sekali lagi menjelaskan tentang biota laut –Galang Bahari memang concern banget soal kelestarian lingkungan guys-. Satu per satu dari kami pun dipersilahkan mengambil snorkel, fin dan sepatu yang telah disediakan. Bagi yang baru pertama kali snorkeling pasti merasa aneh sewaktu mengenakan peralatan snorkel untuk pertama kalinya.

Bingung napasnya kak! Ya kan.. ya kan..?

Selesai mendapatkan alat snorkel masing-masing, kami melakukan pemanasan ringan terlebih dahulu supaya otot-otot tidak tegang nantinya. Hop hop hop!

Cukup bermain air dan berlatih menggunakan snorkel di Pulau Ranoh, kami pun melanjutkan perjalanan ke spot snorkeling pertama, Pulau Dedap. Perjalanan memakan waktu sekitar 20 menit dari Pulau Ranoh. Yes! Snorkeling seru ke Pulau Abang dimulai! Udah ngga sabar rasanya.

Tiba di Pulau Ranoh
Tiba di Pulau Ranoh
Tour guide memberikan briefing dan memimpin pemanasan
Tour guide memberikan briefing dan memimpin pemanasan
Lanjut berangkat ke spot snorkeling pertama Pulau Dedap
Lanjut berangkat ke spot snorkeling pertama Pulau Dedap

Spot snorkeling pertama: Pulau Dedap

Saya suka pulau ini, pertama kali mengunjunginya beberapa waktu lalu, saya langsung terpesona. Hamparan pasir putih sepanjang pulau yang masih asli dan air laut membiaskan warna biru dan toska membuatnya semakin memikat. Pulau Dedap banyak menyimpan spot-spot snorkeling untuk dijelajahi.

Spot snorkeling kali ini berbeda dengan spot snorkeling yang saya kunjungi sebelumnya, walau masih dalam satu pulau. Air laut jernih sekali waktu itu, sehingga pemandangan bawah laut terlihat dengan jelas, bahkan dari atas pompong sekalipun.

Setelah pasang snorkel dan fin sesuai dengan tempatnya, saya pun terjun ke laut dengan gaya ala-ala. Gedebyur! –suara air dalam bahasa Jawa-, dan saya pun masuk ke air –DIPERJELAS–.

Terumbu karang dengan ikan berwarna-warni terlihat berlarian kesana kemari. Anemon melambai-lambai diterpa arus laut, muncul sosok kecil yang terlihat familiar di antaranya. Yup, ikan badut! Disebut juga dengan clown fish, dan populer dengan nama ikan Nemo.

Nemo menyembul di balik Anemon
Nemo menyembul di balik Anemon
Si Nemo yang lagi ngerumpiin kite-kite
Si Nemo yang lagi ngerumpiin kite-kite
Nemo lagi
Nemo lagi

Tertarik, saya pun mencoba untuk sok-sok menyelam, mendekat ke sosok imut berwarna orange itu. Ikan Nemo ini rupanya dari jauh aja malu-malu. Disodorin kamera malah action, pasang gaya. Hihihi. Lucu banget sih kamu dek, rasanya pengen taktangkep terus takcokot!

Ups! NO!

Selama snorkeling, kita harus tetap menjaga lingkungan ya guys! Dilarang menyentuh biota laut, ikan, terumbu karang, apalagi sampai mengambilnya! Cukup dinikmati dengan melihat keindahannya.

Matahari semakin naik dan perut juga semakin keroncongan. Abang udah laper dek!

Saatnya merapat ke pantai untuk makan siang. Setelah lelah nyebur-nyelam di spot pertama, kata makan siang jadi berasa surga –ups!-.

Menu makan siangnya asoy banget dah. Sambil duduk santai di bawah pohon pinggir pantai berpasir putih. Nyesss! Setumpuk nasi dan lauk abis dalam itungan menit –siapa yang ngabisin nih!-. Kegiatan satu ini memang bener-bener menguras tenaga.

Beberapa teman blogger memanfaatkan waktu untuk berfoto dan tak sedikit pula yang tiduran di pinggir pantai setelah makan siang. Saya sendiri cuma ngopi sambil ngobrol santai. Yang ngga kelihatan capek justru anak-anak yang sedari tadi main aja di pantai. Aduh dek, pinjam lah energimu sikit je…

Maen terus dek... Ngga capek?
Maen terus dek… Ngga capek?
Leyeh leyeh tepar
Leyeh leyeh tepar

Spot snorkeling kedua: (masih) Pulau Dedap

Puas istirahat dan energi sudah mulai terkumpul kembali, kami pun melanjutkan petualangan kami ke spot selanjutnya. Dan sayangnya tulisan ini bersambung… – PEACE –

BERSAMBUNG >>

- Matched Content -

You might also like
5 Comments
  1. sarah eyie says

    Bagus bagus ya foto under waternya….
    ajarin dong…hahha

  2. Kang Mas Sugiarto says

    Wah seru banget yah, kegiatannya…
    kayak film saja nih pake di sambung episode kedua. hehe
    Di tunggu kelanjutannya mas…

    1. Akut Wibowo says

      Jangan pake episode mas. Pake “season” aja biar lebih hitz ?

  3. Dian Radiata says

    Ceritanya bakal dibikin berapa sambungan nih mas? hehehe..
    Btw seru banget pokoknya..

    1. Akut Wibowo says

      Dua aja mb, ngga banyak. Daripada kepanjangan sih 😀

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More