Review Redmi 3S, Generasi Penerus Xiaomi Redmi Series

Review Redmi 3S
2

Saya bukanlah fans atau penyuka salah satu merk tertentu. Tapi kebetulan saja sejak beberapa tahun lalu, untuk urusan smartphone, saya selalu memilih Xiaomi. Dari sejak jaman Redmi 1S sampai sekarang saya pakai Redmi 3S. Dan tiap smartphone rata-rata saya pakai dalam hitungan tahunan, bukan bulanan apalagi mingguan. Dengan kata lain, saya jarang ganti-ganti hape.

Bahkan saat saya pakai Redmi 2, hape itu sudah 3x kena banting dan ganti LCD, tetap saya pakai. Yang terakhir malah sampai patah tulang. Tapi hebatnya itu smartphone masih saja hidup. Tinggal ganti LCD, dah beres. Yang rusak terakhir kali saya beli bangkai Redmi 2 dan pindah motherboard ke bangkai itu. Lalu hidup lagi dan data tidak hilang. Wow sekali kan?

Baru pertengahan Agustus 2016 lalu saya memutuskan untuk mengupgrade smartphone kesayangan ke adik mudanya, Redmi 3S, yang harganya masih ada dalam jangkauan saya. Kapan official release-nya saya nggak tahu sih, yang pasti sekarang udah di tangan saya –bahkan sebetulnya sekarang saya sudah tidak memakai Redmi 3S lagi-. Artikel ini sayang untuk dibuang karena mengendap di draft sudah terlalu lama. Hehehe.

Review Redmi 3S

Tak lengkap rasanya punya barang baru tanpa di-review. Hahaha. Setelah satu minggu saya pakai, saya ingin menuliskan pengalaman sekaligus review Redmi 3S versi saya, tanpa embel-embel website lain, murni pengalaman pribadi dan barang pribadi. Review Redmi 3S ini saya tulis segera setelah membeli, tapi lupa di-posting, jadi sebenarnya artikel review Redmi 3S ini adalah late post.

Desain dan Body

Redmi 3S Body
Redmi 3S Body

First impression tentunya jatuh pada visual dan tampilan. Pertama kali melihat smartphone berwarna emas ini, kesan mewah sudah mulai terasa. Body metal aluminium berbalut warna gold ini hampir mirip dengan iPhone 6. Setiap sisi bagian atas dihiasi dengan lis mengkilap yang menambah penampakan mewahnya.

Pertama kali memegang smartphone ini, yang saya rasakan adalah licin, namun nyaman digenggam, pas di jari saya, namun karena licin dan tipis, kesan ringkih malah terasa. Megangnya seakan-akan takut jatuh. Saya merasa harus ekstra hati-hati dengan Redmi 3S ini. Berbeda waktu saya memperlakukan Redmi 2, mau kondisi seperti apapun sepertinya kok ngga rusak-rusak. Hehehe.

Tampilan layar masih mengusung layar IPS dengan dimensi yang lebih lebar dari abangnya, yaitu 5 inch. Gambar masih tajam seperti versi-versi sebelumnya. Untuk desain dan tampilan, saya rasa OK dan memuaskan.

Sistem Operasi dan Kamera

Lanjut ke item kedua yang langsung saya explore, yaitu sistem operasi dan kamera. Firmware bawaan Redmi 3S sudah menggunakan OS Android terbaru yaitu Marshmallow 6.0.1 dan menggunakan MIUI 7 sebagai engine-nya. RAM bertenaga 2GB dan kapasitas ruang 16 GB saya rasa cukup untuk pemakaian harian.

Tapi sayang beribu sayang bahwa fitur tambahan Micro SD harus berbagi dengan SIM 2. Pilihan yang agak sulit buat saya, karena saya butuh 2 SIM dan eksternal memory sekaligus, tapi Redmi 3S memaksa saya untuk memilh salah satu. Akhirnya eksternal memory saya korbankan.

OS MIUI 7 langsung saya upgrade ke MIUI 8 developer ROM, karena saya merasa MIUI 7 sudah terlalu obsolete. Dan pilihan saya tidak salah, MIUI 8 terasa lebih mantap! Dengan fitur andalannya dual apps dan second space.

Read More Post
1 of 4

Kamera depan dengan kekuatan 13 MP dan kamera belakang 5 MP terasa cukup untuk kebutuhan foto sehari-hari. Cuma untuk saya, di keadaan low lighting, kamera Redmi 3S kurang powerful, gelap dan banyak noise. Tapi di kondisi terang atau cerah, kameranya sangat memuaskan! I love it actually.

Fitur Fingerprint yang responsif

Review Redmi 3S - Fitur Fingerprint
Review Redmi 3S – Fitur Fingerprint

Yang membedakan Redmi 3 dengan Redmi 3S adalah fitur keamanan fingerprint yang tertanam di body belakang. Sensor fingerprint-nya sangat responsif dan cepat membaca. Posisinya di belakang juga pas sewaktu tangan menggenggam smartphone dan posisi telunjuk tepat di bagian fingerprint.

Untuk mengaktifkan fitur ini, terlebih dahulu kita harus melakukan setup keamanan lain, seperti pin atau pattern. Tujuannya saya rasa untuk berjaga-jaga apabila tiba-tiba fingerprint tidak terbaca karena tangan kita kotor atau kena minyak.

Nah, saran saya di sini adalah, register beberapa jari untuk fingerprint. Jangan cuma 1 jari saja, sehingga ada cadangan ketika mungkin satu jari tidak terbaca. Tapi sejauh pengalaman saya, saya tidak pernah mendapati masalah dengan fingerprint.

Main games lancar!

Dengan RAM 2GB, smartphone ini termasuk lancar dalam memainkan game terkini. Saya hanya menginstall Need for Speed: No Limits pada smartphone saya, secara saya bukan mobile gamer sejati, hanya suka main sesekali. Dan hasilnya, game dimainkan dengan tidak ada masalah sama sekali.

Hanya catatan saya adalah, ketika memainkan game, handphone terasa panas. Memang wajar sih, karena beban smartphone juga jadi lebih berat. Saran saya, yang memakai pelindung smartphone seperti spigen, ada bagusnya dilepas terlebih dahulu supaya panas tidak terkonsentrasi.

Baterai aweeettt banget!

Review Redmi 3S - Battery Life (GSM Arena)
Review Redmi 3S – Battery Life (GSM Arena)

Weew, ini bagian yang paling saya suka! Batere Redmi 3S ini super duper awet banget! Seharian nggak perlu ngecas dengan pemakaian normal. Memang baterai Redmi 3S ini berkapasitas besar, 4100 mAh. Saya rasa sangat strong untuk sebuah smartphone. Kebutuhan akan powerbank jadi tereliminasi berkat kapasitas baterai yang besar ini.

Cuma agak sayang aja sih, baterainya bukan tipe removable. Jadi ketika suatu saat terjadi masalah dengan baterai, kita harus membongkar body. Ngga masalah sih sebenernya, cuma agak repot dikit aja jadinya. Hehe.

Kesimpulan

Untuk smartphone dengan harga di bawah 2 juta rupiah, Redmi 3S merupakan pilihan yang tepat buat saya –mungkin buat kamu juga-! Fitur-fitur yang ditawarkan lumayan canggih, bentuk fisik juga modern dan terkesan mewah. Baterai berkapasitas besar dan awet sangat pas dengan kebutuhan sehari-hari saya. Mau internetan seharian ngga takut kehabisan baterai walau lupa bawa charger. Ngga perlu panik juga ketika berangkat ke kantor, lupa bawa charger, karena smartphone akan tetap hidup walau sampai mau tidur sekalipun. Mantap!

Yup, rasanya cukup sekian review Redmi 3S dari saya yang merujuk pada poin-poin penting yang saya rasakan. Sayang banget smartphone ini sudah berpindahtangan, artikel review Redmi 3S ini terasa ngga komplit. Ngga ada foto asli dan perbandingan. Maafkan saya. Huhuhu.

- Matched Content -

You might also like
2 Comments
  1. sarah eyie says

    beneran harga nya dibawah 2 juta ??

    1. Akut Wibowo says

      beneran kak, saya beli fullset baru cuma 1.550 ribu di Lucky Plaza

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More